Mengapa Competent Person?

  1. Perlu adanya standard
    Sebagai “CP” dengan kemampuannya yang mumpuni dan terikat sesuai dengan kode etik dan kode tingkah laku dalam bekerja diperlukan suatu aturan, petunjuk atau kode yang dapat dipergunakan bagi siapa saja yang berkepentingan supaya dalam membuat suatu laporan atau pernyataan dapat dipahami dengan pengertian yang sama. Berdasarkan tujuan tersebut maka membuat aturan, petunjuk atau kode menjadi kebutuhan dan dalam hal ini PERHAPI dan IAGI, telah menentukan kode yang diperlukan yang disebut Kode KCMI.

  2. Perlunya tanggungjawab dan tanggunggugat bagi pembuat laporan
    Setiap laporan yang dihasilkan akan memiliki konsekwensi terhadap kerugian materi maupun non materi, oleh sebab itu maka dalam pembuatan laporan dan pernyataan harus dapat dipertanggungjawabkan secara professional dan CP bertanggungjawab secara pribadi terhadap laporan yang dibuat atau yang ditandatangani.

  3. Perlu penegakan kepatuhan
    Didalam sistim Competent Person, perangkat yang sangat penting adalah bagaimana kepatuhan anggota terhadap standard an kode yang berlaku ditegakan. Penegakan kepatuhan ini dapat memberikan “reward” bagi yang patuh dan “punishment” bagi pelanggaran. Dengan adanya sistim penegakan kepatuhan maka diharapkan organisasi dapat memberi jaminan bagi para pemangku kepentingan terhadap hasil praktek CP sesuai dengan harapannya.
    Penegakan kepatuhan berkepentingan terhadap penerima jasa maupun CP apabila terjadi kerugian (klaim) atau ketidaknyamanan (complain).