Sejarah PERHAPI

PERHAPI adalah suatu organisasi yang merupakan wadah berhimpunnya para ahli pertambangan di Indonesia, baik akademisi maupun praktisi yang tersebar di berbagai instansi pemerintah, instansi pendidikan dan dunia usaha. Organisasi profesi ini dibentuk dengan memanfaatkan semaksimal mungkin kemampuan-kemampuan individu para ahli pertambangan, baik berupa sumbangan pemikiran maupun partisipasi aktif dalam pengembangan industri pertambangan.

Ide pemikiran tentang diperlukannya wadah atau organisasi profesi bagi para ahli tambang, sebetulnya muncul pertama kali sewaktu diselenggarakannya ASIA – PACIFIC Mining Conference di Hotel Borobudur, Jakarta, pada tanggal 14-17 Maret 1990.

Sekelompok alumni Tambang ITB melihat betapa minimnya para ahli tambang Indonesia yang mengikuti acara tersebut, padahal konferensi ASIA PACIFIC ini diselenggarakan di Jakarta, di negeri kita sendiri. Lalu kelompok tersebut, yang terdiri dari Made Astawa Rai, Herman Afif Kusumo, Omri Samosir, Irawan Poerwo, Sudarto, Totok Darijanto, A. Latief Baky, Rudi Pesiwarissa, Gatot H.P., Priyo Pribadi Soemarno, serta dihadiri senior Tambang ITB, bpk. Warjono Sumodinoto, berkumpul dan membicarakan kondisi tersebut. Pembicaraan malam itu menghasilkan gagasan untuk menyelenggarakan Sarasehan di Bandung, dan karenanya Jurusan Tambang ITB mengambil inisiatif untuk mengkoordinir penyelenggaraannya.

Seperti diketahui, maka pada tanggal 21 Juli 1990 diselenggarakan Sarasehan Alumni Jurusan Teknik Pertambangan ITB dengan mengambil tempat di kampus ITB Bandung. Salah satu kesepakatan yang dihasilkan adalah pengakuan adanya kebutuhan yang mendesak untuk mendirikan wadah bagi para Ahli Pertambangan. Para alumni sepakat pula menunjuk Ir. Kosim Gandataruna sebagai formatur tunggal untuk membentuk wadah para ahli Pertambangan Indonesia.

Dengan sebuah tim kecil yang dibentuk oleh Ir. Kosim Gandataruna, dilakukan serangkaian rapat selama dua bulan penuh di Jakarta, yang pada akhirnya melahirkan organisasi yang bernama PERHIMPUNAN AHLI PERTAMBANGAN INDONESIA (PERHAPI). Pengesahan perhimpunan ini dilakukan dengan Akte Notaris Ny. R. Arie Soetardjo S.H., pada tanggal 21 September 1990. Dewan pendiri beranggotakan Ir. Kosim Gandataruna, Ir. Rachman Wiriosudarmo, Ir. Usman Pamuntjak, Raden Hardjono, Ir. Herman Afif Kusumo, dan Ir. Made Astawa Rai, dengan Ir. Kosim Gandataruna sebagai Ketua Umum.

Hingga saat ini yang telah dilakukan 8 (delapan) kali Kongres PERHAPI untuk memilih Ketua Umum dan kepengurusan dengan masa bakti 3 tahun. Sejak tahun 1990 telah 6 orang yang pernah menduduki posisi Ketua Umum PERHAPI, sebagai berikut:

  1. Periode tahun 1990 - 1991 Ir. Kosim Gandataruna
  2. Periode tahun 1991 - 1994 Dr. Ir. Made Astawa Rai
  3. Periode tahun 1994 - 1997 Ir. Herman Afif Kusumo
  4. Periode tahun 1997 - 2000 Ir. Herman Afif Kusumo
  5. Periode tahun 2000 - 2003 Ir. A. Latief Baky
  6. Periode tahun 2003 - 2006 Ir. A. Latief Baky
  7. Periode tahun 2006 - 2009 Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, DEA
  8. Periode tahun 2009 - 2012 Prof. Dr. Ir. Irwandy Arif, DEA
  9. Periode tahun 2012 - 2015 Achmad Ardianto, ST. MBA
  10. Periode tahun 2015 - 2018 Tino Ardhyanto A.R.