FGD Mendalami Dampak Operasi Penambangan Terhadap Permasalahan Bencana Lingkungan, Studi Kasus DAS Garoga.

Sehubungan dengan kejadian bencana ekologis berupa banjir besar dengan disertai tanah longsor dan debris kayu gelondongan yang melanda beberapa tempat di wilayah Sumatera pada akhir November 2025, Perhapi mengundang pihak Pusat Analisis dan Penerapan Informasi Geospasial ITB (atau biasa disebut CENAGO – Centre for Analysis and Applying Geospatial Information) untuk memaparkan hasil kajian yang telah mereka lakukan guna mencaritahu lebih detail penyebab terjadinya bencana banjir tsb,dalam sebuah kegiatan FGD.

FGD ini telah diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 3 Maret, bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta. Ketua Umum PERHAPI, Bapak Sudirman Widhy, dalam sambutannya menyampaikan harapan agar kegiatan FGD ini dapat dihasilkan rekomendasi yang positif dan konstruktif yang akan ditujukan kepada pemerintah guna memberi masukan untuk proses pengambilan keputusan terhadap kasus banjir DAS Garoga secara adil dan obyektif.

Dr. Ir. Heri Andreas, Koordinator Riset Tim Riset CENAGO ITB memaparkan hasil kajian forensik bencana banjir dan tanah longsor berbasis analisis presipitasi ekstrem, perubahan tutupan lahan, simulasi hidrologi-hidrolika dan karakteristik hidrologi tiga daerah aliran sungai (DAS), yaitu Badiri, Garoga dan Batangtoru di Sumatera Utara.



Selain paparan hasil kajian CENAGO, dalam FGD tersebut juga ditampilkan narasumber para pakar pertambangan guna menyampaikan paparan mengenai aspek2 teknis pertambangan. Mereka antara lain adalah Prof Irwandy Arif; Dr Ir. Barlian Dwinegara; dan Dr. Ir. Ginting Jalu Kusuma.

Sementara tanggapan atas paparan hasil kajian CENAGO ini disampaikan oleh Bapak STJ Budi Santoso (Ketua Umum IAGI); Bapak Ignatius Wurwanto (Ketua Umum FRHLBT – Forum Reklamasi Hutan dan Lahan Bekas Tambang); Bapak Rusdi Husin (Ketua Umum FKPLPI – Forum Komunikasi Pengelola Lingkungan Pertambangan Indonesia); serta Bapak Resvani (Wakil Ketua Umum PERHAPI)
Instructor
