INFOTREN.ID – Bencana banjir bandang yang melanda Sumatra telah memicu keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.
Banyak yang menduga bahwa aktivitas pertambangan dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) menjadi penyebab utama kerusakan alam yang memperparah banjir. Benarkah demikian?
PERHAPI Angkat Bicara: Audit Total atau Bencana Lebih Parah?
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mendesak pemerintah untuk segera melakukan investigasi mendalam terkait penyebab banjir bandang di Sumatra.
Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy Hartono, menyatakan bahwa pemerintah perlu menelaah pengaruh aktivitas pertambangan dan PLTA yang dituding memperparah banjir.
“Namun, untuk menghakimi kegiatan di sektor industri apa yg paling menyebabkan terjadinya kerusakan alam tersebut tentunya harus dibuktikan dengan telaah dan investigasi yang mendalam, bukan hanya sekadar menuding tanpa adanya data yang akurat,” kata Sudirman dilansir dari Bloomberg Technoz (3/12).
Curah Hujan Ekstrem: Faktor Utama atau Sekadar Alibi?
Sudirman juga menambahkan bahwa banjir yang melanda Sumatra terjadi bersamaan dengan beberapa negara di Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Hal ini menandakan adanya kesamaan dampak dari munculnya badai tropis yang menyebabkan curah hujan ekstrem di atas rata-rata.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa semua pihak tidak boleh menutup mata terhadap kerusakan alam di hutan Sumatra, di mana ulah manusia juga turut memperparah banjir yang terjadi.
PLTA dan Tambang: Benarkah Dalang di Balik Bencana?
Tudingan terhadap PLTA dan tambang sebagai penyebab utama banjir bukan tanpa alasan.
Aktivitas pertambangan seringkali menyebabkan kerusakan hutan dan perubahan tata guna lahan, yang dapat mengurangi kemampuan tanah dalam menyerap air.
Sementara itu, pembangunan PLTA juga dapat mengubah aliran sungai dan ekosistem di sekitarnya, yang berpotensi memperparah risiko banjir.

Ketua Umum Perhapi, Sudirman Widhy Hartono (Foto CNBC Indonesia via Perhapi)
Pemerintah Harus Bertindak: Investigasi Transparan dan Tindakan Tegas!
Untuk mengungkap fakta sebenarnya, pemerintah perlu melakukan investigasi yang transparan dan melibatkan berbagai pihak.
Termasuk ahli lingkungan, masyarakat setempat, dan perwakilan dari industri pertambangan dan energi.
Jika terbukti bahwa aktivitas pertambangan dan pembangunan PLTA menjadi penyebab utama banjir, pemerintah harus mengambil tindakan tegas, seperti mencabut izin usaha pertambangan (IUP) atau meninjau ulang proyek PLTA yang bermasalah.
Masa Depan Sumatra di Ujung Tanduk: Selamatkan Hutan, Selamatkan Generasi!
Banjir Sumatra adalah peringatan keras bagi kita semua. Kerusakan alam akibat ulah manusia dapat memicu bencana yang lebih dahsyat di masa depan.
Oleh karena itu, kita harus bertindak sekarang untuk menyelamatkan hutan Sumatra dan melindungi generasi mendatang.
Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat harus bekerja sama untuk menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Apakah Anda setuju bahwa pemerintah perlu segera melakukan audit terhadap PLTA dan tambang di Sumatra?




