PERHAPI Sumsel Satukan Profesional dan Akademisi, Rakerda 2026 Dorong Pertambangan Lebih Kompetitif

PERHAPI Sumsel Satukan Profesional dan Akademisi, Rakerda 2026 Dorong Pertambangan Lebih Kompetitif

Sumsel Independen – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Pengurus Daerah Sumatera Selatan (PD Sumsel) memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan dunia akademik melalui rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Tahun 2026, lokakarya bersama Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya (Unsri), dan Semarak Agustusan.

Rangkaian kegiatan tersebut digelar di Palembang, Sabtu (15/8/2026), dan diikuti jajaran pengurus, anggota PERHAPI PD Sumsel, serta peserta dari lingkungan akademik.

Kegiatan diawali dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Momentum tersebut kemudian dilanjutkan dengan Rakerda yang menjadi forum konsolidasi organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyusun arah kebijakan dan program strategis PERHAPI PD Sumsel.

Ketua PERHAPI PD Sumsel, Frans Irawan, ST., MM., menegaskan pentingnya penguatan organisasi profesi di tengah dinamika industri pertambangan yang terus berkembang.

Menurut Frans, sektor pertambangan membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu mengikuti perubahan teknologi, tuntutan profesionalisme, serta prinsip keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam.

“PERHAPI PD Sumsel harus terus menjadi ruang bagi para ahli pertambangan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat jejaring, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan sektor pertambangan yang profesional dan berkelanjutan,” ujar Frans.

Melalui Rakerda, jajaran PERHAPI PD Sumsel membahas berbagai agenda organisasi sekaligus mengevaluasi program yang telah berjalan. Forum tersebut diharapkan dapat menghasilkan langkah konkret untuk memperkuat peran organisasi dalam mendukung perkembangan sektor pertambangan di Sumatera Selatan.

PERHAPI PD Sumsel sendiri merupakan bagian dari organisasi profesi PERHAPI. Kepengurusan daerah Sumatera Selatan periode 2025-2028 dipimpin Frans Irawan sebagai ketua dan telah dikukuhkan pada Januari 2026 di Palembang.

Selain konsolidasi internal, rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara praktisi pertambangan dan perguruan tinggi. Hal tersebut diwujudkan melalui lokakarya bersama Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Sriwijaya.

Lokakarya menjadi forum untuk mempertemukan perspektif akademisi, mahasiswa dan praktisi dalam membahas perkembangan industri pertambangan serta kebutuhan kompetensi sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut dinilai penting karena perubahan industri pertambangan menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Tidak hanya penguasaan teori, mahasiswa juga perlu memahami perkembangan teknologi, keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, serta dinamika operasional pertambangan.

Frans mengatakan hubungan antara dunia akademik dan industri perlu terus diperkuat agar terdapat kesinambungan antara proses pendidikan dengan kebutuhan profesional di lapangan.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk membangun ekosistem pertambangan yang lebih maju. Akademisi memiliki kekuatan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan praktisi memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap kebutuhan industri. Keduanya harus dipertemukan,” katanya.

Program Studi Teknik Pertambangan Unsri sendiri merupakan bagian dari Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya dan memiliki program Sarjana serta Magister Teknik Pertambangan. Program studi tersebut juga memiliki sejumlah kerja sama dengan sektor industri, antara lain PT Freeport Indonesia, PT Bukit Asam Tbk, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang, PT Pertamina, PT PLN, dan PT Medco Energi Internasional.(Dika)

Sumber :https://www.sumselindependen.com/perhapi-sumsel-satukan-profesional-dan-akademisi-rakerda-2026-dorong-pertambangan-lebih-kompetitif/