AKURAT.CO Produksi batu bara Indonesia diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 8 juta ton per bulan pada 2026 dibandingkan rata-rata produksi tahun sebelumnya. Namun, produksi tahun 2026 diperkirakan berada diangka 720 juta ton.
Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) ESDM, Tri Winarno mengatakan, produksi batu bara Indonesia pada 2025 mencapai 817 juta ton atau sekitar 68 juta ton per bulan.
Sementara, sampai dengan bulan Juli 2026, Tri menyampaikan bahwa produksi batu bara Tanah Air baru berada diangka 432 juta ton.
“Kalau kita bagi dengan angka 7, produksi kita secara bulanan adalah sekitar 60 juta ton, atau mengalami penurunan sebanyak 8 juta ton per bulan. Jadi secara produksi untuk batu bara jelas kita turun 8 juta ton per bulan,” kata Tri dalam acara 36Th Dirgahayu Perhapi di JIEXPO Kemayoran, Kamis (10/9/2026).
Tri menegaskan, penurunan produksi bukan berarti pemerintah mengabaikan potensi sektor batu bara. Pemerintah justru mulai mengarahkan produksi berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan nasional melalui pendekatan optimum production.
Menurutnya, tingkat produksi perlu diseimbangkan dengan permintaan pasar, kewajiban pemenuhan kebutuhan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO), harga batu bara, kondisi logistik, serta keberlanjutan cadangan.
“Oleh karena itu pendekatan kita adalah optimum production, di mana produksi ini harus diseimbangkan dengan pasar, kebutuhan pasar, DMO, kondisi harga, logistik, serta keberlanjutan cadangan. Itulah semangat dari penataan RKAB yang kita lakukan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tri mengatakan pasar global dalam lima tahun ke depan diperkirakan cenderung mengalami penurunan tipis seiring tekanan dari perkembangan energi terbarukan yang semakin kuat. Meski demikian, permintaan dari kawasan Asia, khususnya India, masih memberikan ruang bagi ekspor batu bara Indonesia.
Pada 2025, produksi batu bara nasional mencapai 817 juta ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 522 juta ton atau 63% diekspor, sedangkan pemenuhan kebutuhan domestik mencapai 246 juta ton atau sekitar 30,2%.
Sementara hingga Juli 2026, produksi tercatat sekitar 432 juta ton, dengan ekspor mencapai 270 juta ton dan penyaluran domestik 113 juta ton. China dan India masih menjadi pasar utama ekspor batu bara Indonesia.
Produksi 2026 Diperkirakan Mencapai 720 Juta Ton
Meski ada penurunan produksi bulanan batu bara pada tahun 2026, Tri memproyeksikan produksi batu bara Indonesia pada 2026 masih berada diangka 722 juta ton.
“Kalikan aja ya misalnya 60×12, ya 722an. Kira-kira ya forecastnya (perkiraannya), tutur Tri.




