Bupati Kutim Minta PERHAPI Rangkul Seluruh Perusahaan Tambang dan Dorong Agenda Industrialisasi

Bupati Kutim Minta PERHAPI Rangkul Seluruh Perusahaan Tambang dan Dorong Agenda Industrialisasi

SANGATTA — Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman meminta Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Perwakilan Daerah Kutai Timur untuk merangkul seluruh perusahaan tambang di Kutim, baik berskala besar maupun kecil. Langkah ini dinilai krusial guna menyatukan persepsi pengelolaan potensi sumber daya alam serta mendorong agenda industrialisasi daerah.

Instruksi tersebut disampaikan Ardiansyah saat dikukuhkan sebagai Dewan Pelindung PERHAPI Kutim periode 2026–2029 pada acara Miners Night 2026 di Pelangi Room, Hotel Royal Victoria, Sabtu (17/10/2026) malam.

Ardiansyah menegaskan, kontribusi sektor pertambangan di Kutai Timur tidak boleh lagi hanya bertumpu pada PT Kaltim Prima Coal (KPC), melainkan harus melibatkan seluruh pemegang izin usaha pertambangan yang beroperasi di wilayah Kutim.

“Saya harap rangkul semua pertambangan yang ada di Kutai Timur, kecil atau besar, supaya memiliki satu persepsi, pandangan, dan frekuensi yang sama terkait arah pertambangan di daerah kita,” tegas Ardiansyah.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan intensif dari para praktisi dan ahli tambang dari perusahaan seperti PT GAM, PT Indexim, PT Indominco, hingga PT Ithaca dalam wadah PERHAPI. Keterlibatan lintas perusahaan ini diharapkan mampu menghadirkan tata kelola tambang yang tidak hanya bernilai , tetapi juga menjamin keselamatan kerja serta kelestarian lingkungan.

“Saya berharap para ahli pertambangan dapat membagikan keilmuannya, sehingga aktivitas tambang memberikan dampak positif bagi ekonomi sekaligus menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua PERHAPI Pusat, Resvani, menyebut Kutai Timur merupakan tulang punggung pertambangan nasional, khususnya batu bara. Bergabungnya Kepala Daerah sebagai Dewan Pelindung diharapkan mampu memperluas kontribusi ahli tambang dalam mendukung transformasi menuju industrialisasi.

“Harapan kami, kontribusi PERHAPI Kutim bisa lebih besar. Tidak hanya melihat pembangunan melalui batu bara mentah, tetapi juga aspek pertambangan lain yang menjadi tulang punggung negara melalui industrialisasi,” tutur Resvani.

Pada momentum tersebut, Wahyu Asmoro Nursandi resmi dilantik sebagai Ketua PERHAPI Perwakilan Daerah Kutai Timur periode 2026–2029. Kepengurusan baru ini ditargetkan segera memperkuat konsolidasi organisasi dan membangun komunikasi efektif dengan seluruh pemangku kepentingan di Kutai Timur. (Mif/Fan/Wk/red)


Sumber : https://wartakutim.co.id/2026/10/18/bupati-kutim-minta-perhapi-rangkul-seluruh-perusahaan-tambang-dan-dorong-agenda-industrialisasi/