Sektor Pertambangan Hadapi Tantangan Dinamika Global dan Regulasi

Sektor Pertambangan Hadapi Tantangan Dinamika Global dan Regulasi

ndustri pertambangan nasional terus berkembang sebagai penopang perekonomian negara, meski harus berhadapan dengan berbagai dinamika internal maupun eksternal, seperti dilansir dari Investor Daily. Dinamika geopolitik serta ketidakseimbangan pasokan dan permintaan mineral dan batu bara di pasar internasional memicu fluktuasi harga komoditas pertambangan. Di dalam negeri, maraknya pertambangan ilegal dan pelanggaran hukum menjadi persoalan mendasar.

Penerbitan regulasi baru di sektor lingkungan hidup, kehutanan, tata ruang, hingga fiskal turut membebani keberlanjutan operasional serta menambah beban industri.

Sektor pertambangan sempat mencatatkan pertumbuhan negatif akibat kontraksi pada paruh pertama tahun ini. Meskipun volume produksi nikel dan batu bara dipangkas hingga Agustus, penerimaan negara dari kedua sektor tersebut justru mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tantangan lain yang menghadang meliputi transisi energi, elektrifikasi, adaptasi teknologi, serta tuntutan efisiensi operasional. Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) aktif menyumbangkan pengetahuan anggotanya guna mendukung perkembangan usaha pertambangan nasional.

Organisasi profesi ini menggelar berbagai kegiatan untuk memajukan penelitian ilmiah, eksplorasi, penambangan, hingga metalurgi. Hingga tahun 2026, keanggotaan Perhapi telah menembus lebih dari 14.000 orang, terdiri dari aparatur sipil negara, akademisi, hingga praktisi di berbagai instansi dan dunia usaha. Perhapi terus memberikan masukan objektif guna membantu penyelesaian masalah di sektor pertambangan melalui kepercayaan dari pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat.

“Kami tentunya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang masih tetap mempercayai kami untuk terus berperan di dalam kontribusi untuk memajukan sektor industry pertambangan yang kita cintai ini,” kata Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono.

Dalam rangka syukuran HUT ke-36, Perhapi mengadakan forum diskusi bersama perwakilan regulator dan pelaku usaha untuk membedah kondisi terkini industri mineral dan batu bara. “Diharapkan forum ini bisa menjadi bekal awal bagi kami untuk dapat ditindaklanjuti dalam program kegiatan organisasi berikutnya dalam rangka menyusun masukan dan rekomendasi yang positif dan konstruktif kepada pemerintah maupun seluruh stakeholder di industry pertambangan minerba,” ujar Widhy. Dukungan terhadap kiprah organisasi ini juga disampaikan oleh pihak regulator.

“Perhapi telah menjadi mitra strategis pemerintah. Sebagai organisasi profesi yang anggotanya adalah professional pertambangan, kontribusi Perhapi masih sangat dibutuhkan untuk memajukan Pertambangan ke depan,” kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno.

Sumber : https://www.readers.id/sektor-pertambangan-hadapi-tantangan-global-regulasi#goog_rewarded