JAKARTA-Indonesia dinilai belum optimal memanfaatkan mineral kritis, padahal jenis sumber daya alam (SDA) tersebut berlimpah di RI. Pemanfaatan mineral kritis akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan wilayah.
Wakil Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) Ir. Resvani menyoroti hal tersebut dalam Workshop Mining for Journalist keempat di Jakarta, pada Selasa (10/2). Dia menegaskan pentingnya mineral kritis, mineral strategis, serta pengembangan material maju (advanced materials) sebagai fondasi pertumbuhan industri dan ekonomi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Dia menilai perubahan geopolitik global dan meningkatnya kebutuhan mineral untuk energi bersih, teknologi tinggi, dan manufaktur membuka peluang strategis bagi Indonesia sebagai negara dengan kekayaan sumber daya alam (SDA).
Namun, Resvani menilai pengembangan industri manufaktur berbasis mineral strategis di Indonesia belum optimal.
“Rendahnya eksplorasi yang berdampak pada minimnya data hulu, hilirisasi yang masih terbatas pada tahap primer, serta ketergantungan impor material maju.
menjadi faktor utama penghambat, yang diperparah oleh lemahnya perencanaan strategis, pengawasan, dan iklim investasi di sektor tersebut,”tegasnya.
Lebih lanjut, Resvani menegaskan bahwa sektor mineral dan batubara (Minerba) harus diposisikan sebagai instrumen strategis negara yang mencakup instrumen fiskal, ketahanan industri, pertahanan dan keamanan, serta pemerataan ekonomi.
Dari sisi fiskal, kebijakan minerba tidak boleh semata berorientasi pada penerimaan jangka pendek, melainkan diarahkan untuk menciptakan penerimaan negara yang optimal dan berkelanjutan melalui pengelolaan cadangan yang prudent, instrumen fiskal yang adaptif, serta peningkatan kepastian berusaha.
Selain itu, pengelolaan mineral kritis dan strategis juga berperan sebagai instrumen ketahanan industri dan pertahanan negara melalui jaminan pasokan bahan baku bagi industri nasional, penguatan hilirisasi hingga material maju, serta penguasaan rantai nilai strategis di tengah dinamika geopolitik global.
Pada saat yang sama, sektor pertambangan diharapkan menjadi instrumen pemerataan ekonomi dengan mendorong pertumbuhan wilayah, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah tambang, sehingga mampu menopang transformasi ekonomi Indonesia menuju negara maju dan berdaulat.
Diketahui, Perhapi kembali menyelenggarakan Workshop Mining for Journalist untuk keempat kalinya. Kegiatan ini diadakan dengan tujuan berbagi informasi terkait dunia pertambangan serta isu-isu terkini yang ada di industri pertambangan kepada wartawan di sektor energi.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono menuturkan, kegiatan ini sudah dimulai pada tahun 2023 dan kemudian secara rutin setiap tahun dilaksanakan. Kegiatan ini menjadi wadah bagi Perhapi menyampaikan berbagai informasi terkait perkembangan terkini yang terjadi di sektor pertambangan.




