Harga DMO Batu Bara Dikaji Ulang, Pengusaha Usul Naik di Atas 80 Dollar AS

Harga DMO Batu Bara Dikaji Ulang, Pengusaha Usul Naik di Atas 80 Dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah mulai mengkaji ulang harga batu bara untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) di sektor kelistrikan.

Kajian itu membuka peluang revisi harga patokan DMO batu bara untuk listrik yang selama ini dipatok 70 dollar AS per ton.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah akan mempertimbangkan dua sisi.

Harga baru perlu tetap memperhatikan biaya produksi penambang dan kemampuan PT PLN (Persero).

Salah satu penyebabnya, nisbah kupas atau stripping ratio (SR) untuk menambang batu bara kalori medium sudah mencapai level 8 sampai 12.

“Cost produksinya kan sudah tinggi. Jadi kita juga harus membijaksanai agar teman-teman pengusaha jangan juga dibeli dengan harga yang sangat murah. Kalau beli harganya rugi, nggak mungkin juga, karena pengusaha juga kan kita harus jaga agar mereka tidak rugi,” kata Bahlil kepada awak media, Kamis (18/6/2026).

Bahlil tidak menampik pemerintah membuka opsi revisi harga patokan DMO batu bara.

“Lagi kita menghitung, plus-minus agar PLN tidak dirugikan, pengusahanya juga tidak dirugikan,” ujar Bahlil.

Harga DMO batu bara untuk kelistrikan dipatok 70 dollar AS per ton sejak 2018.

Patokan tersebut mengacu pada batu bara dengan nilai kalori 6.322 Gross As Received atau GAR.

Ketentuan itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 1395K/30/MEM/2018 tentang Harga Jual Batubara untuk Penyediaan Tenaga Listrik untuk Kepentingan Umum.

Harga DMO dinilai terlalu lama dikunci

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia atau APBI merespons kajian pemerintah tersebut.

Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani mengatakan, harga patokan DMO sebesar 70 dollar AS per ton belum pernah disesuaikan sejak 2018.

Menurut dia, rentang waktu hampir delapan tahun membuat struktur biaya industri tambang berubah cukup besar.

Kenaikan biaya terjadi pada bahan bakar, alat berat, upah, logistik, hingga kewajiban lingkungan.

“Dalam penentuan harga DMO, menurut kami ada beberapa faktor yang perlu dilihat biaya produksi aktual. Karakter batubara untuk kelistrikan yang berbeda dengan batubara kalori tinggi yang biasa menjadi acuan pasar, selisih dengan harga pasar agar tidak terlalu lebar dalam jangka panjang, serta keberlanjutan usaha tambang itu sendiri,” kata Gita kepada Kontan.co.id, Jumat (19/6/2026).

Sumber : https://money.kompas.com/read/2026/06/20/173700926/harga-dmo-batu-bara-dikaji-ulang-pengusaha-usul-naik-di-atas-80-dollar-as