Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batu bara mencapai Rp48,95 triliun pada Januari hingga April 2026, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz.
Capaian tersebut setara dengan porsi tertentu dari target sepanjang tahun ini yang ditetapkan sebesar Rp133,93 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan sekitar 6,21 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar Rp46,09 triliun.
Secara bulanan, penerimaan pada Januari 2026 berada di angka Rp11,18 triliun atau turun 9,33 persen secara tahunan. Namun, performa tersebut meningkat pada Februari sebesar 7,55 persen menjadi Rp9,97 triliun, disusul kenaikan Maret sebesar 3 persen menjadi Rp12,01 triliun, dan lonjakan April sebesar 23,07 persen menjadi Rp15,79 triliun.
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan perkembangan setoran terkini dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi XII DPR pada Selasa (19/5/2026).
“Dari periode Januari sampai April mencapai Rp48,95 triliun, sebetulnya kalau ditarik sampai 15 Mei mencapai Rp55 triliun dan secara tahunan terdapat penaikan 6,21%. Dan dari sisi target tahun 2026 juga mencapai jumlah yang meningkat dibanding tahun 2025,” kata Tri Winarno, Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM.
Kondisi keuangan negara yang positif ini berbanding terbalik dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan I-2026 sebesar 5,61 persen secara tahunan, namun lapangan usaha pertambangan dan penggalian justru terkontraksi 2,14 persen.
Penurunan kinerja lapangan usaha pertambangan ini memicu proyeksi bahwa target total setoran tahunan berpotensi tidak terpenuhi sepenuhnya.
Ketua Dewan Penasihat Perhapi Rizal Kasli memberikan pandangan mengenai dampak kebijakan pembatasan kuota dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) serta penurunan produksi emas PT Freeport Indonesia akibat longsor tahun lalu.
“Tujuan pemerintah mengurangi kuota produksi lebih kepada menjaga kestabilan harga komoditas akibat oversupply di pasar global. Namun, dampaknya terasa juga kepada cashflow dan keuntungan perusahaan,” kata Rizal Kasli, Ketua Dewan Penasihat PERHAPI.
Akibat pengurangan produksi batu bara sebesar 150 juta ton menjadi 600 juta ton tersebut, total setoran royalti diperkirakan berada pada kisaran Rp90 triliun berdasarkan harga saat ini.
“Untuk target PNBP yang sebesar Rp134 triliun kemungkinan tercapai sekitar Rp120—Rp130 triliun atau 90%—97% dari target,” kata Rizal Kasli, Ketua Dewan Penasihat PERHAPI.
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah saat ini justru menguntungkan pasar komoditas karena mendorong peningkatan permintaan dari luar negeri.
“Filipina dikabarkan menambah pesanan batu bara dari Indonesia. Harga batu bara juga melonjak karena faktor tersebut,” kata Rizal Kasli, Ketua Dewan Penasihat PERHAPI.
Sumber : https://www.asatunews.co.id/pnbp-minerba-capai-target-esdm




